Pengertian Pajak Virtual Office dan Pengenaan Pajaknya - Melek Pajak

Pengertian Pajak Virtual Office dan Pengenaan Pajaknya

Pengertian-Pajak-Virtual-Office-dan-Pengenaan-PajaknyaPengertian Pajak Virtual Office dan Pengenaan Pajaknya


Pengertian Pajak Virtual Office dan Pengenaan Pajaknya

Bagi pelaku bisnis baru, menyewa ruang usaha bisa jadi memunculkan biaya yang cukup besar. Padahal bagi pelaku bisnis rintisan yang berbasis teknologi digital, bisa dikatakan tidak setiap waktu membutuhkan ruang kantor secara fisik. Sebagian besar pekerjaan bisa dilakukan secara virtual. Apalagi jika modal yang dimiliki perusahaan terbatas. Hal ini yang menjadi dasar munculnya kantor visual di kota-kota besar.

Payroll juga bisa disebut sebagai salah satu yang wajib diperhitungkan dalam manajemen keuangan yang ada di perusahaan anda, tidak terkecuali bisnis online. Jadi supaya segala masalah yang tidak di inginkan itu tidak terjadi, anda dapat mencoba untuk menggunakan software akuntansi atau jasa konsultan, maka segala masalah keuangan dan segala kegagalan dalam bisnis kita dapat teratasi. 

Munculnya virtual office ini menghadirkan peluang usaha yang cukup menarik bagi perusahaan persewaan. Bagi pengusaha rintisan yang dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) pun harus menyetorkan pajak atas virtual office.

Masa pandemi Covid-19 sekarang ini pun menjadi salah satu alasan banyak perusahaan akhirnya memilih untuk menyewa virtual office, mengingat banyak pula perusahaan yang memutuskan untuk mempekerjakan karyawannya di rumah alias work from home. Hal ini tentu cukup menguntungkan bagi para pelaku bisnis penyewaan bangunan untuk digunakan sebagai virtual office.

Anda mungkin bisa menggunakan software akuntansi atau jasa konsultan pajak untuk membantu mengatasi masalah dalam perusahaan anda, agar masalah yang ada di perusahaan anda dapat teratasi dengan baik dan dengan cara semestinya.

Konsep Virtual Office

Dalam merintis suatu bisnis, lokasi menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan sehingga biasanya bagi para pemula akan memasukan biaya persewaan ruang usaha sebagai komponen biaya terbesar dengan modal yang terbatas.

Virtual office sebenarnya juga memiliki bangunan fisik dengan pelayanan pendukung kantor supaya tampak legal dan formal. Bisa berupa bangunan bergengsi yang ditempati sebagai kegiatan bisnis yang berfungsi untuk menjalankan administrasi dan kesekretariatan kantor. Terdapat 3 konsep persewaan virtual office, yakni:

1. Kantor Administrasi Visual

Konsep yang satu ini meliputi sebuah pelayanan perkantoran dalam jaringan yang berfungsi sebagai representasi administratif perusahaan. Beberapa perusahaan dapat menggunakan satu alamat kantor saja yang tujuannya sebagai korespondensi resmi. Kantor visual dengan konsep administrasi visual biasanya juga menyediakan fasilitas resepsionis sebagai penerima telepon serta pengurusan surat-surat. Namun, biasanya hanya ada 4 bidang usaha yang boleh menggunakan persewaan dengan konsep ini, di antaranya:
   a. e-Commerce
   b. Konstruksi
   c. Pariwisata
   d. Properti

2. Serviced Office

Konsep ini menyediakan layanan dengan fasilitas yang lebih lengkap. Terdapat furnitur, perlengkapan komputer, resepsionis, jaringan internet, hingga pramubakti. Serviced office ini dapat disewakan harian, bulanan, hingga tahunan. Yang membuat konsep jenis ini banyak diminati adalah harga sewa yang cukup terjangkau, tidak semahal kantor konvensional.

Serviced office ini bisa menjadi pilihan bagi pengusaha yang tidak diperkenankan menggunakan kantor administrasi visual. Pengusaha juga diizinkan untuk menyewa selama 5 tahun. Sedangkan dengan konsep sebelumnya, pengusaha hanya diberi izin usaha 1 tahun.

3. Co-working Space

Konsep co-working space mengusung pekerja lepas atau para pekerja industri kreatif untuk bisa bekerja dalam ruang kerja yang sama. Mereka bisa saling bertemu dan berbagi 1 ruangan yang dilengkapi dengan kursi, meja, internet, ruang rapat yang lengkap dengan perangkat multimedia.

Aspek Pajak Virtual Office

Banyaknya usaha rintisan yang menggunakan virtual office memunculkan potensi perpajakan yang menjanjikan. Apa saja aspek pajak virtual office? Mari simak ulasannya di bawah ini.

PPh Pasal 4 Ayat (2) (PPh Final)

Salah satu aspek pajak virtual office adalah PPh Pasal 4 ayat (2) atau PPh Final. Dikenakan atas dasar jasa persewaan dengan konsep kantor servis dan kantor bersama. Pajak ini berlaku untuk penghasilan atas sewa virtual office dengan tarif pajak 10% dari jumlah bruto nilai sewa yang termasuk dalam:
1. Biaya perawatan,
2. Biaya pemeliharaan,
3. Biaya keamanan,
4. Biaya layanan,
Dll.

PPh Pasal 23

Untuk PPh Pasal 23 dikenakan untuk kantor visual yang hanya menyewa alamat atau hanya penyewaan server/bandwidth, tanpa adanya ruang kerja yang ditempati. Jenis ini dapat dikategorikan sebagai sewa sehubungan dengan penggunaan harta. Tarif yang dikenakan sebesar 2%. Nantinya, bukti pemotongan PPh Pasal 23 ini dapat digunakan sebagai kredit pajak bagi pengelola bangunan. Tujuannya agar dapat mengurangi jumlah pajak yang harus disetor dalam penghitungan SPT Tahunan PPh Badan.

Untuk dapat melaporkan pajak atas jenis-jenis pajak diatas, Anda tentu bisa menggunakan aplikasi terpadu seperti OnlinePajak. Melalui fitur e-Filing OnlinePajak, Anda dapat melakukan pelaporan di mana saja dan kapan saja asalkan perangkat yang Anda gunakan tersambung dengan internet.

Lapor semua jenis pajak atau SPT Pajak Anda dengan status pembayaran dan pembetulan apa pun melalui e-Filing OnlinePajak dengan mudah dan tepat waktu. Bukti pelaporan (BPE) dan bukti pembayaran pajak (BPN) tersimpan online, terorganisir, dan mudah ditemukan saat Anda membutuhkannya.

Dasar Hukum Pajak Virtual Office

Di ibu kota DKI Jakarta, pemerintah menyetujui legalitas kantor visual sebagaimana dicantumkan dalam Surat Edaran Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Nomor 06/SE/2016 tentang Penerbitan Surat Keterangan Domisili dan Izin-Izin Lanjutannya Bagi Pengguna Virtual Office.

Dasar hukum lainnya adalah Pasal 1 angka 22 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.03/2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Wajib Pajak dan Penghapusan NPWP serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang berbunyi

“Kantor visual (Virtual Office) atau Kantor Bersama (Co-working Space) yang selanjutnya disebut sebagai Kantor Visual adalah suatu kantor yang memiliki ruangan fisik dan dilengkapi dengan layanan pendukung kantor yang disediakan oleh pengelola Kantor Visual untuk dapat digunakan sebagai tempat kedudukan, tempat kegiatan usaha, atau korespondensi secara bersama-sama oleh 2 atau lebih Pengusaha yang atas pemanfaatan kantor dimaksud terdapat pembayaran dalam bentuk apapun, tidak termasuk jasa persewaan gedung dan jasa persewaan kantor (Serviced Office)”.

Gunakan Konsultasi Manajemen Bisnis Untuk Melaksanakan Kewajiban dalam Perusahaan anda

Ketika anda memperhitungkan kerja yang dapat memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk menentukan dan mengatur jam kerja mereka dan menghilangkan waktu kerja bagi karyawan. Anda dapat merasakan manfaat yang lebih besar dan fleksibelnya dari waktu kerja sebelumnya, karena dengan adanya konsultan manajemen bisnis, anda akan memenuhi kewajiban anda sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku. 

Nah, seandainya anda kesulitan dalam melakukan kewajiban tersebut, anda pun bisa saja menggunakan jasa konsultan manajemen bsisnis yang dimiliki FR Consultant Indonesia sebagai pemilik jasa laporan keuangan dan jasa pembukuan.

Bagi anda yang tinggal di Depok, anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan di Depok.

FR Consultant Indonesia memiliki staf-staf terbaik untuk membantu anda memonitor sistem keuangan perusahaan anda. Kami adalah juga Jasa Konsultan Keuangan untuk pengelola keuangan bisnis, yang juga konsultan manajemen keuangan, sekaligus jasa konsultan pajak. Kami juga menyediakan tenaga ahli untuk konsultasi manajemen bisnis. Anda bisa menghubungi kami, karena kami hadir untuk anda.

FR Consultant Indonesia. Solusi Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak
Perusahaan dan Pribadi Hubungi 0813-8228-9991.
 

0 Response to "Pengertian Pajak Virtual Office dan Pengenaan Pajaknya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel